.
.
Aku tau ini ujian dan aku harus lulus.
Lihatlah, aku sendirian.
Kemana aku harus melihat referensi?
Bukan kah di kanan kiri ku tidak ada yang bisa kujadikan contekan?
Astaghfirullah, mana berani aku mencontek.
Mana bisa aku mencontek, padahal belum tentu jawaban yang lain benar.
Sungguh, ujian kali ini sangat berat.
Dan biarkan Engkau yang tahu pasti seberapa berat yang aku rasa.
Seberapa tangis yang aku keluarkan
Seberapa kali kuhempaskan pikiranku sendiri untuk berbuat jahat.
Lagi.
Aku harus lulus.
Tidak mau tahu, ku harus lulus.
Sudah berjalan tiga bulan dan ku tidak boleh gagal.
Ingatlah ketika yang lebih dahulu berkata 'sabar, ikhlaskan dan semuanya akan diganti menhadi lebih baik'. Apakah kamu masih ragu bar?
Sungguh kamu harus lulus
Aku harus lulus ujian ini... 💔
Selasa, 12 September 2017
Aku harus lulus
Sependapat ga sih..
I am an teenager in 21.
((Teenager? Hahaha. So should I type 'adult in 21' I doubt that. But come on that is not my point))
.
.
.
Inget ga waktu di jaman sekolah dulu. Ya sekolah ya maksudku SD - SMA, pokoknya yang akronimnya 'sekolah blablabla' kita punya pelajaran agama islam, pasti bahas rukun iman (ku fokuskan pada rukun iman ya). Alhamdulillah mata kuliah agamaku tidak lagi materi rukun iman hehe. Tapi pasti di ta'lim ada. Pasti. Padahal ta'lim mahasiswa.
Then why?
"Kenapa sih rukun iman?"
"Kenapa sih dibahas lagi?"
"Kayak anak sd"
Mungkin somehow pernah terbersit kata-kata "yaelah gua udah hapal kali. Masa dibahas lagi"
So, why?
.
.
.
Setelah berhari-hari melakukan perbaikan keimanan, akhirnya ku sedikit paham. Sesuai dengan judul post ini 'sependapat ga sih' sebenernya kita (aku dan kamu di sekitaran umur 21) masih perlu pelajaran rukun iman? Namun berbeda, kali ini, di umur yang sudah banyak ini, selayaknya kita bukan hanya sekedar menghapal isi rukun iman. Selayaknya KITA MEMAHAMI.
Iman adalah suatu keyakinan. KEYAKINAN. Masya Allah, ternyata rumit sekali. Serumit pernyataan banyak orang yang masih belum yakin "mana mungkin kita mengimani Tuhan yang bahkan kita tidak pernah lihat wujudnya? Kemudian malaikatnya, pasukan paling taat yang bermacam macam rupanya? Kitab, kitab yang bahkan sulit sekali kita pahami tanpa ilmu tafsir? Rasulnya, bahkan walaupun mereka berwujud manusia namun kita tidak pernah bertemu, bukan? Qada dan qadar yang sebagian besar telah tertulis ratusan ribu tahun yang lalu? Bagaimana bisa?"
Masya Allah, ternyata bukan hanya dihapal. Bukan lah tujuan guru-guru untuk membuat kita hapal. Melainkan membuat kita PAHAM.
SEPENDAPAT GA SIH sebenernya di umur segini justru kita dites untuk memahami keimanan itu semua. Seurgent kita memahami keimanan pertama, PERCAYA PADA ALLAH. percaya kah kita sebagai hamba bahwa Allah itu ada? Kemudian saat kita berbuat baik percaya bahwa Allah akan memberikan pahala, pun saat kita akan melakukan dosa maka Allah akan marah. Percaya kah? Pada saat kita berdoa kemudian tak kunjung Allah Iya-kan, maka masihkah kita percaya? Pada saat kita sebeeeeelll banget sama seorang penghianat, percayakah kita bahwa Allah yang akan membalasnya? Percayakah? Pada saat kita bangun bermalam-malam kemudian meminta sesuatu a namun Allah kasih sebaliknya b, percayakah bahwa pilihan Allah adalah yang terbaik? Percayakah bahwa Allah sang penulis kisah cinta terindah kita? Percayakah bahwa Allah pastikan kita mendapatkan rezeki kita setiap hari, percayakah? Percayakah bahwa bersama kesulitan pasti akan ada kemudahan? Subhanallah, maka semua menjadi rumit ketika kita baru menyadari bahwa rukun iman yang sudah kita hapal baru sampai tahap kita hapal, bukan paham. Maka pahami lah, semua harus dilatih..
.
.
.menurutku eksistensi manusia di bumi haruslah bergantung pada keimanan. Terutama iman kepada Allah. Once the human doesn't faith to Allah, then every little thing is nothing. Ya ga sih? Kalau seorang hidup kemudian ga percaya adanya Allah, ga percaya adanya sistem pahala dan dosa, naudzubillah ketika dia bahkan percaya adanya Allah namun tidak membuatnya takut akan berbuat dosa? Maka I suggest them to leave this world as soon as they could sih.. hidupnya percuma. Udahan aja hahaha.. masya Allah, semoga setelah ini keimanan kita semakin baik dan semakin kuat. Ingat, dipahami bukan dihapal 😉
Rabu, 26 Juli 2017
JuniKu [2]
I'm blessed
Jadi doa itu ada 3 jawaban: (1) IYA; (2) IYA,NANTI; (3) TIDAK, KAN KU (re: Allah)GANTI yang lebih baik
Pernah ga ngerasa kok kayaknya doa kita ga dikabul-kabulin mulu ya, kok gini sih, kok gitu sih, doanya sampe ga ya,... Dan berujung kecewa dan curiga
.
.
Tapi di sini ku mau cerita bagian saat Allah jawab, wah seneng banget ya, berasa terjawab doanya. I mean dari sekian banyak doa yang dipanjatkan, eh ada 1 yang Allah jawab dan itu sangat berasa..
..
Di bulan juni ku Allah kasih jawaban tentang semua yang ku minta. Ku minta petunjuk atas hadirnya seseorang. Doanya standar banget "Ya Allah, jika baik tolong dekatkan, jika buruk tolong jauhkan. Jika menurutMu bukan, tolong berikan aku satu aja kejadian agar aku bisa membencinya"..
Ku panjatkan bermalam-malam, ga hanya sekali. Saking butuhnya sama jawaban Allah. Sempet ragu sama beberapa kejadian. Karena Allah memang ga akan jawab pertanyaan kita langsung, hahaha, hebat banget masa kita bisa dapet jawaban langsung. Allah kirimkan lewat sinyal. Sinyalnya harus ditangkap oleh hati.
.
.
Dan Allah jawab 'tidak'. Seketika dalam satu malam, semua berubah. Petunjuk Allah sangat dahsyat. Jawaban Allah sangat lengkap. Subhanallah... 3 tahun kesenangan ku seketika Allah lawan dengan satu malam saja. Dan semua berubah. Dari seseorang yang kuberi kesempatan dan kepercayaan menjadi orang yang sangat aku harapkan menghilang dari bumi. Seketika ku sempat ragu apakah kejadian ini patut disyukuri atau diingkari. Astaghfirullah cobaannya berat sekali... Ujianku dimulai. Semuanya tak lagi sama. Dan berpura-pura bahwa aku baik-baik saja tidak pernah mudah rasanya. Lantas ku memutuskan untuk menyelesaikan semuanya. Semuanya...
.
.
Tapi boleh ga ya berharap seseorang menghilang dari bumi (a.k.a meninggal)...? Wallahu'alam
Kalau boleh jujur, kehilangan seseorang dalam keadaan masih hidup jauh lebih sulit dibandingkan kehilangan karena kematian. Kenapa? Karena kematian sudah tidak bisa diganggu gugat, percuma kalau mengharapkan dia datang lagi, karena memang sudah tidak akan bisa. Tapi kehilangan orang dengan kondisi masih hidup? Percayalah berat sekali rasanya..
..
Kini cobaanya masih terasa berat. Petunjuk dari Allah hanya sabar dan solat. Kita tau solat itu seperti apa, tapi sabar? belum ada guru yang bisa mengajarkan bagaimana caranya sabar itu.. sungguh aku belum tau sebenernya sabar itu tahapan seperti apa..
Sekarang aku masih sedang dalam tahap berpura-pura dengan orang sekitar. Pura pura bahwa kita masih baik-baik saja, dan percayalah SANGAT BERAT.. ku tetap percaya bahwa semua akan indah dibalik semua kecewaku. Semua akan indah dibalik semua perjuangan. Semua akan Allah siapkan yang lebih baik. Bahwa semua ini adalah karena rasa sayang Allah. Semua ini memang sudah Dia atur. Dan Dia yang MahaPengatur. Subhanallah, ujianku belum selesai. Sangat berat dan aku masih harus bertahan, sampai KADO sebenarnya Allah datangkan. MasyaAllah, terimakasih atas pelajaran dan petunjuk Allah. Selalu libatkan Allah dalam segala urusanmu 😉